Dampak Kenaikan Harga Buku Pelajaran Terhadap Daya Beli Para Orang Tua
Harga buku pelajaran yang terus mengalami kenaikan drastis menjelang awal tahun ajaran baru semakin memberatkan kondisi finansial para orang tua siswa. Lonjakan harga bahan baku cetak serta biaya distribusi menjadi alasan utama penerbit menaikkan tarif jual cetakan panduan belajar di pasaran. Kondisi ini memicu keprihatinan luas karena pengeluaran wajib untuk membeli buku sekolah menguras sebagian besar anggaran rumah tangga yang seharusnya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok harian.
Kenaikan tarif harga buku wajib ini berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat, khususnya keluarga dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Banyak orang tua yang terpaksa mencari alternatif dengan membeli buku bekas layak pakai atau meminjam dari kakak kelas demi menghemat biaya. Namun, perubahan edisi kurikulum yang terlalu cepat kerap kali membuat buku edisi lama tidak dapat digunakan kembali sehingga orang tua tidak memiliki pilihan selain membeli edisi baru yang harganya mahal.
Tinggi tingkatan harga buku pelajaran juga berpotensi menciptakan ketimpangan akses informasi dan materi belajar antar siswa di dalam kelas. Siswa yang orang tuanya mampu membeli paket lengkap dapat belajar dengan lancar, sementara siswa kurang mampu terancam tertinggal pelajaran akibat tidak memiliki buku pegangan. Sekolah diharapkan tidak mewajibkan pembelian paket panduan cetak baru secara kaku dan memberikan kelonggaran penggunaan bahan ajar berbasis digital yang diakses secara gratis.
Pengendalian lonjakan harga buku sekolah membutuhkan intervensi aktif dari pemerintah melalui penetapan harga eceran tertinggi untuk panduan kurikulum nasional. Pemerintah dapat memperbanyak cetakan panduan belajar murah serta mengoptimalkan penggunaan Platform Buku Sekolah Elektronik yang diunduh secara cuma-cuma. Bantuan dana operasional sekolah juga perlu dialokasikan lebih besar untuk memperbanyak koleksi buku di perpustakaan agar dapat dipinjamkan kepada seluruh murid tanpa biaya tambahan.
Penyelesaian masalah harga buku pelajaran yang terjangkau merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga hak anak Indonesia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sinergi antara pemerintah, penerbit, dan sekolah harus dibentuk untuk menghadirkan sarana belajar yang berkualitas namun tetap murah di kantong masyarakat. Dengan harga media belajar yang terjangkau, seluruh siswa dari berbagai latar belakang ekonomi dapat belajar dengan optimal untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
