Desentralisasi dan Dampak Otonomi Pendidikan
Pascakebijakan reformasi, Indonesia menerapkan desentralisasi dengan mengalihkan kewenangan pengelolaan pendidikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Kabupaten/Kota). Tujuan utama Otonomi Pendidikan ini adalah agar kebijakan lebih responsif terhadap kebutuhan dan kondisi lokal. Daerah diharapkan mampu mengelola anggaran, kurikulum, dan guru secara mandiri, sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Meskipun bertujuan baik, implementasi Otonomi Pendidikan justru memunculkan isu kesenjangan yang signifikan antar
